PENYUTRADARAAN DENGAN TEORI LAISSEZ FAIRE DALAM PRODUKSI PROGRAM DOKUMENTER“SEBATAS PAGAR TRIBUN”
PSS Sleman mempunyai supporterfanatikBrigata Curva Suddan supporterperempuan Ladies Curva Sud.Merekamerupakan supporteryang AtraktifdanKreatif. Pembahasan supporterperempuan Ladies Curva Sud diperkuat dengan wawancara dua tokohyaitu pendiri Ladies Curva Sud dan salah satu anggota Ladies Curva Sud. Konten ini layak dikaji dalam karya audio visual dengan format dokumenter. Dalam dokumenter ini, sutradara menerapkanteori Laissez Fairedengan cara memberikan peluang kepada kamerawan dan editor untuk memberikan saran dan masukan mulai dari pra produksi hingga paska produksi namun tetap dalam pengawasan sutradara, agar konsep dokumenter dan konsep sutradara dapat tercapai dengan baiksesuai treatment.Teknis sutradara dalam dokumenter ini berdasarkan treatment,shooting script danshooting list.Dokumenter ini termasuk dalam dokumenter potret dibuat dengan pendekatan naratif menggunakan gaya observasiyangbertujuan untuk memberikan informasi tentang aksi supportersepakbola PSS Sleman dan menjelaskan bahwa supportersepakbola tidak hanya identik dengan kaum laki-laki, namun juga terdapat supporter perempuan.Kata Kunci : Supporter, Dokumenter, Laissez Faire
Detail Information
Citation
Aqilatul Munawaroh. (2017).
PENYUTRADARAAN DENGAN TEORI LAISSEZ FAIRE DALAM PRODUKSI PROGRAM DOKUMENTER“SEBATAS PAGAR TRIBUN”(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama
Aqilatul Munawaroh.
PENYUTRADARAAN DENGAN TEORI LAISSEZ FAIRE DALAM PRODUKSI PROGRAM DOKUMENTER“SEBATAS PAGAR TRIBUN”(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama,2017.Tugas Akhir
Aqilatul Munawaroh.
PENYUTRADARAAN DENGAN TEORI LAISSEZ FAIRE DALAM PRODUKSI PROGRAM DOKUMENTER“SEBATAS PAGAR TRIBUN”(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama,2017.Tugas Akhir
Aqilatul Munawaroh.
PENYUTRADARAAN DENGAN TEORI LAISSEZ FAIRE DALAM PRODUKSI PROGRAM DOKUMENTER“SEBATAS PAGAR TRIBUN”(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama,2017.Tugas Akhir