MENGOPTIMALKAN DEVELOPING SHOT DALAM PRODUKSI FILM DOKUMENTER“GRESEK”
Karya Tugas Akhir Dokumenter ini bercerita tentang kehidupan dibalik lautan sampah TPST Piyungan Yogyakarta yang banyak orang tidak mengetahuinya. Bahwa dibalik tumpukan sampah, ada masyarakat yang bekerja menajdi pemulung dengan memanfaatkan sampah dan menggantungkan hidupnya dari sampah TPST. Selain pemulung, sampah TPST juga sebagai tempat pangan untuk hewan ternak yang diternakan. Karya ini dikemas dalam format dokumenter berjudul “Gresek” yang bertujuan untuk memberi informasi seputar aktivitas pemulung, penghasilan pemulung, alasan dan latar belakang bekerja menjadi pemulung serta konflik, kendala dan suka duka bekerja menjadi pemulung di TPST Piyungan. Program ini dikemas dalam durasi 19 menit38 detik.Produksi dokumenter ini menggunakan teknik developing shot dalam pengambilan gambar, agar dapat menampilkan gambar yang dramatis dan dinamis. Sebelum melakukanproduksi karya dokumenter “Gresek”, terdapat proses pra produksi yakni pencarian ide, konsep, dan mempersiapkan peralatan yang akan digunakan. Karya ini telah dibuat dengan harapan dapat membuka pikiran dan menambah informasi tentang sampah yang dipandang sebelah mata.Kata kunci : Dokumenter,TPST Piyungan, Pemulung, Developing Shot,
Detail Information
Citation
Andreas Elshaddai Nugroho. (2018).
MENGOPTIMALKAN DEVELOPING SHOT DALAM PRODUKSI FILM DOKUMENTER“GRESEK”(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama
Andreas Elshaddai Nugroho.
MENGOPTIMALKAN DEVELOPING SHOT DALAM PRODUKSI FILM DOKUMENTER“GRESEK”(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama,2018.Tugas Akhir
Andreas Elshaddai Nugroho.
MENGOPTIMALKAN DEVELOPING SHOT DALAM PRODUKSI FILM DOKUMENTER“GRESEK”(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama,2018.Tugas Akhir
Andreas Elshaddai Nugroho.
MENGOPTIMALKAN DEVELOPING SHOT DALAM PRODUKSI FILM DOKUMENTER“GRESEK”(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama,2018.Tugas Akhir